Wednesday, 19 October 2011

PSSI Landak Terkendala Dana Untuk Pendanaan

          Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Landak menyatakan masih terkendala dana untuk pembinaan pemain karena belum adanya sponsor.

        "Komitmen kita dalam memajukan olahraga sepak bola sangat besar. Tapi kita menyadari pembinaan tak terlepas dari dana, karena belum ada sponsor atau bapak angkat,"kata Ketua PSSI Kabupaten Landak Erani di Ngabang, Senin.

         Menurutnya, selama ini pihaknya melakukan pembinaan pemain sepak bola hanya menghandalkan dana bantuan dari pemerintah kabupaten setempat melalui KONI. Hal itu tentu cukup minim karena menyesuaikan keuangan daerah.

         "Memang ada bebarapa pemain kita dari Persatuan Sepak Bola Landak (Persilan) yang ikut  seleksi pra PON hanya tidak lolos sampai tempat yang tinggi," kata Erani.

          Ia mengakui sistem pembinaan atlit sepak bola di Kabupaten Landak  tidak seperti di pulau Jawa yang memang ada  khusus pendidikan sepak bola. Tapi, hanya pelajaran pendidikan dan kesehatan di tingkat sekolah. Guru olahraga memberikan teori dan praktek.

          "Jadi disamping sarana pendukung belum terpenuhi juga terkendala dana. Tapi kita bersyukur untuk menyalurkan bakat para pemain sering digelar turnamen atau kompetisi antar klub," kata Erani.

         Ia menambahkan, PSSI Kabupaten Landak pekan lalu sudah menggelar pelatihan wasit sepak bola yang diikuti peserta se- Kalimantan Barat.  Karena jika dilihat wasit di Landak baik di daerah lain masih kurang.

         "Jadi, saat kita gelar pelatihan disambut baik oleh  PSSI daerah yang lain. Kami berharap ketika ada kompetisi di daerah wasit ini lah yang akan menangani," tandas Erani.

Kontrak Mbamba Dengan Persema Terhambat Fasilitas

         Penandatanganan kontrak Emile Betrand Mbamba untuk memperkuat Persema bagi musim kompetisi 2011-2012 masih terhambat fasilitas yang diminta oleh pemain asal Kamerun itu.

        General Manajer Persema Asmuri, Senin, mengakui, sampai saat ini pemain yang berposisi sebagai penyerang (striker) itu masih belum terikat kontrak dengan Persema, meski yang bersangkutan tetap mengikuti latihan.

        "Sampai sekarang memang belum ada titik temu masalah fasilitas yang diminta Mbamba, yakni mobil dan rumah sebagai fasilitas  tambahan selama memperkuat Persema," tegas Asmuri.

        Hanya saja, katanya, pihaknya tidak akan menyerah dalam "merayu" mantan pemain Bontang FC tersebut dan akan mengagendakan pembicaraan  ulang dengan Mbamba setelah melakukan konsultasi dengan konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) sebagai penyandang dana Persema.

        Mantan anggota DPRD Kota Malang itu berharap konsorsium memberikan jawaban secepatnya. "Kami berharap konsorsium secepatnya memberikan keputusan terkait fasilitas tambahan yang diminta Mbamba ini," ujarnya.

        Alotnya negosiasi kontrak dengan Mbamba, termasuk sejumlah pemain lain, kata Asmuri, tidak lepas dari adanya efesiensi dan pengetatan anggaran setelah Persema tidak lagi didanai APBD Kota Malang dan hanya mengandalkan kucuran anggaran dari konsorsium.

        Namun demikian, lanjutnya, manajemen tetap optimistis jika Mbamba akan tetap berkostum Persema. "Oleh karena itu kami sekarang sedang gencar 'merayu' konsorsium agar fasilitas yang diminta Mbamba tersebut bisa dipenuhi," tambahnya.

        Mbamba diproyeksikan sebagai pemain tandem bagi Irfan Bachdim yang menjadi ujung tombak lini depan Persema musim mendatang (2011-2012) guna lebih memperkuat tim berjuluk Laskar Ken Arok tersebut.

        Sesuai jadwal yang dirilis PSSI, Persema bakal mengawali kiprahnya di ajang Indonesia Premier League (IPL) dengan bermain di kandang Mitra Kukar pada 26 November mendatang.

        Sementara persiapan tim itu terus dilakukan dengan gencar, Persema juga terus melakukan pembidikan kepada beberapa pemain lokal maupun asing untuk mengisi sejumlah posisi kunci, seperti posisi bek tengah yang ditinggalkan Seme Pierre Patrick karena tidak ada kesesuaian harga kontrak.

PSPS Pekanbaru Mendukung Kompetisi Tandingan

         Klub PSPS Pekanbaru menyatakan akan mendukung kompetisi tandingan, sebagai bentuk protes atas sistem kompetisi Indonesia Premier League (IPL) yang dinilai merugikan klub.

        "Kami siap dukung jika ada kompetisi tandingan," kata Asisten Manajer PSPS`Pekanbaru Boy Sabirin, di Pekanbaru, Senin.

        Hal itu disampaikan Boy terkait atas protes terhadap hasil rapat PSSI dengan seluruh manajemen klub mengenai kompetisi baru yang menemui jalan buntu. Alasannya, Boy mengatakan keputusan PSSI itu dinilai tidak berpihak kepada klub.

        "Jumlah klub yang bertanding mencapai 24, bertambah dari sebelumnya hanya 18. Inilah salah satu yang membuat jadwal pertandingan menjadi kacau-balau," katanya.

        Selain itu, ia juga mengatakan jadwal pertandingan menjadi terlalu padat dan lokasi pertandingan relatif berjauhan yang mengakibatkan pemain akan sangat kelelahan. Keputusan itu, lanjutnya, juga akan sangat membebani keuangan klub yang mulai musim ini dilarang menggunakan dana APBD.

        "Misalnya hari ini kami main di Medan, besok sudah tandang ke Papua, lalu besoknya lagi main di daerah di Pulau Jawa. Inikan berat dan tentu tidak efisien," ujarnya.

        Menurut dia, kini ada sedikitnya 14 klub yang menolak kompetisi yang diatur PSSI, termasuk didalamnya PSPS Pekanbaru.

        Ia mengatakan jumlah klub yang terlalu banyak itu telah melanggar statuta dan hasil Kongres di Bali.

        "Bukan kami melawan PSSI, tapi ingin menyadarkan bahwa saat ini banyak aturan yang dilanggar oleh PSSI sendiri," ujarnya.

Persiku Kudus Mengontrak 19 Pemain Seleksi

          Manajemen Persiku Kudus segera mengikat kontrak 19 pemain yang dinyatakan lolos seleksi, sedangkan dua pemain lainnya masih dalam pemantauan.

         Pelatih Persiku Kudus Riono Asnan di Kudus, Senin, menyatakan, meskipun sudah ada belasan pemain yang akan dikontrak, mantan pelatih PS Mojokerto Putra itu mengaku masih membutuhkan pemain untuk menempati posisi sayap dan gelandang bertahan.

         Apabila proses negosiasi kontrak dengan 19 pemain berjalan lancar, katanya, kerangka tim dipastikan sudah terbentuk pada pekan mendatang.

         Selanjutnya, kata dia, Persiku tinggal melakukan proses seleksi pemain asing untuk menempati lini depan, tengah, dan belakang.

         Sementara itu, Bagian Promosi PT Kudus Muriatama, Ayatullah Humaini, mengemukakan, proses negosiasi nilai kontrak pemain dipastikan selesai dalam waktu sehari dan tidak perlu membutuhkan waktu sepekan.

         "Pemain yang menyatakan setuju dengan nilai kontrak yang kami tawarkan, segera mendapatkan pembayaran uang muka beberapa persen sebagai tanda jadi," ujarnya.

         Ia mengatakan, pemain yang akan diikat kontrak diprioritaskan pemain lokal Kudus, mengingat pemain yang dinyatakan lolos seleksi banyak yang berasal dari Kudus.

         Dari 19 pemain yang akan segera diikat kontrak, di antaranya untuk lini depan Agus Santiko, Joko, Arif Fatchul, dan Indra.

         Sedangkan untuk lini tengah Poler, Agus Riyanto, dan Wahyu, serta lini belakang Adib, Junaidi, Merdiyanto, Ardi, Murwanto, Heru Kusmanto, dan Daniel.

         Untuk penjaga gawang, terdapat dua mantan pemain Persiku seperti Dian Prahita dan Burhan, ditambah Nanda dari luar Kudus.

Sriwijaya FC Tolak Bergabung Dengan Liga Primer Indonesia

         Sriwijaya Football Club (SFC) menyatakan menolak bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI) meskipun PSSI telah memberikan batasan waktu hingga 26 Oktober 2011.

        Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola SFC, Hendri Zainuddin, Senin, mengatakan, tetap dengan komitmen awal yakni tidak bersedia bergabung dengan Liga Primer Indonesia.

        "PSSI terlalu memaksakan kehendaknya, padahal pengesahan pemain belum dilakukan, jadwal pertandingan yang belum jelas, dan regulasi kompetisi hingga kini belum dirilis," ujar Hendri.

        Selain itu, ujar dia, langkah SFC itu dilandasi sikap PSSI yang kerap tidak melibatkan pengurus klub dalam mengambil suatu kebijakan.

        "PSSI bukannya menemukan solusi atau mengajak berkomunikasi, tapi malah memberikan batas waktu, jika tidak akan langsung dicoret. Intinya, SFC yang tergabung dalam 14 klub, menolak bergabung dengan LPI, tetap bergeming jika PSSI tidak mau mendengarkan keinginan klub," ujar dia.

        Hendri menegaskan, 14 klub itu lebih mengakui legalitas Liga Super Indonesia (LSI) di bawah PT Liga Indonesia (LI) yang telah merencanakan kompetisi digelar pada 1 Desember 2011.

        "PT Liga Indonesia hingga saat ini masih diakui sebagai pemegang hak menyelenggarakan kompetisi di Indonesia, jika diganti ke Liga Primer Indonesia tentu harus melalui suatu kongres," katanya.

        Ia menambahkan, ke-14 tim yang menolak LPI itu, di antaranya Persipura Jayapura, Persisam Putra Samarinda, Persiba Balikpapan, Persib Bandung, Mitra Kukar, PS Semen Padang, Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Deltras Sidoarjo, dan Pelita Jaya Purwakarta.

        "Hingga kini komunikasi di antara 14 tim yang menolak LPI masih terjalin dan tetap dengan komitmen awal. SFC pun hingga kini tetap ngotot tidak mau bergabung dengan LPI," ujarnya.

   
                   Berpeluang Rekrut Bambang Pamungkas
   Hendri juga menegaskan, dalam kaitan rekrutmen pemain baru, peluang Sriwijaya FC mendapatkan Bambang Pamungkas terbuka, jika Persija Pimpinan Ferry Paulus gagal dalam proses banding untuk mendapatkan status sebagai pemilik klub.

        "Sriwijaya FC sudah berkomunikasi dengan Ferry Paulus mengenai keinginan untuk memboyong Bambang ke Palembang. Sementara ini, sudah ada titik terang bahwa Bambang tidak mau bergabung dengan manajemen klub yang baru," ujar Hendri.

        Namun, dia melanjutkan, jika Ferry Paulus memenangkan proses banding, maka negosiasi awal dengan Bambang Pamungkas dipastikan batal.

        "Jadi, masih menunggu hasil proses banding Ferry. Jika kalah, maka Bambang akan ke SFC, tapi jika menang tetap bertahan di Persija," kata dia lagi.

        Menurut dia, SFC masih berburu pemain baru untuk mengisi kekosongan lini depan, mengingat hanya ada penyerang, yakni Keith Kayamba Gumbs dan Risky Novriansyah (pemain Persijap musim lalu).

        Kayamba pun sebenarnya berposisi sebagai pemain sayap.

        "Setelah ditinggal Budi Sudarsono ke Deltras, SFC harus mencari pengganti karena posisi untuk lini depan memang sedikit. Sementara, dua pemain magang asal Babel Selection, yakni Rully Saputra dan Choirul Huda belum bisa menempati posisi starter," katanya.

        Pelatih Sriwijaya FC Kashartadi mengakui, timnya kekurangan persediaan pemain untuk lini depan.

        "SFC saat ini masih berburu pemain khususnya untuk posisi striker murni. Saya menginginkan Bambang Pamungkas bisa bergabung, tapi semuanya diserahkan kepada manajemen untuk mengupayakan," ujar dia.

        Berkaitan keberadaan Hilton Moreira dan Rahmat Rivai yang juga bisa berperan sebagai penyerang, menurut Kashartadi, akan lebih diproyeksikan menjadi "second striker".

        "Hilton dan Rivai lebih cocok menjadi 'second striker', namun jika pada akhirnya tidak mendapatkan striker murni maka bisa saja menempatkan Hilton atau Rivai," kata dia.

PSM Makassar Resmi Mengontrak Ilija Spasojevic

         Manajemen PSM Makassar akhirnya resmi mengontrak mantan penyerang Bali Devata, Ilija Spasojevic, untuk menghadapi Liga Primer Indonesia (LPI) musim 2011/2012.

        CEO PSM Rully Habibie di Makassar, Senin, mengatakan bahwa proses penandatanganan kontrak tersebut dilakukan setelah terjadi kesepakatan antara kedua bela pihak.

        "Ilija kita kontrak atas rekomendasi langsung pelatih Petar Segrt. Kami harap kehadirannya mampu mempertajam lini depan PSM dikompetisi mendatang," jelasnya.

        Mengenai berapa nilai kontrak pemain asal Montenegro tersebut, Rully menolak menjelaskan secara rinci. Hanya saja, kata Rully, nilai kontrak pemain berusia 24 tahun itu berkisar dibawah angka satu miliar.

        "Nilai kontraknya sesuai dengan kondisi keuangan kita. Untuk masa kontraknya sendiri berlangsung selama satu musim kompetisi," katanya.

        Setelah mengontrak Ilija, Manajemen PSM selanjutnya akan mengontrak para pemain asing lain yakni Mitrovic dan David Da Rocha. Manajemen juga segera mengontrak seluruh pemain lokal PSM.

        "Kami memang mengalami beberapa masalah sehingga agenda kontrak dibatalkan. Namun mudah-mudahan besok(Selasa) semua pemain khususnya asing sudah bisa kita kontrak," ujarnya.

        Persoalan kontrak yang tidak pasti membuat sejumlah pemain khawatir. Salah satu pemain asing yakni David Da Rocha, bahkan sempat memberikan deadline Manajemen PSM untuk segera mengontraknya sebelum 18 Oktober 2011.

        Mantan gelandang Persipura Jayapura itu mengatakan jika hingga batas waktu tersebut dia belum juga dikontrak, maka akan memutuskan hengkang. Apalagi David mengaku sudah dihubungi beberapa klub yang ingin menggunakan jasanya musim depan.

PSMS Medan Lebih Meminati Pelatih Lokal

          Manajemen PSMS Medan lebih meminati pelatih lokal terutama yang berasal dari Sumatera Utara dari pada pelatih asing, untuk menangani tim tersebut menghadapi musim kompetisi 2011-2012.

         Pelaksana Teknis PSMS Medan Idris, di Medan, Selasa, mengatakan, pihaknya lebih tertarik kepada pelatih lokal terutama yang berasal dari Sumut, karena saat ini tim butuh penanganan yang mampu membangkitkan fanatisme.

         Bukan berarti pihaknya tidak tertarik kepada pelatih asing, namun ia menilai kehadiran pelatih asing tidak akan membawa semangat fanatisme ke daerahan di kubu PSMS Medan.

        "PSMS tegas menolak nama pelatih yang disodorkan konsorsium. Tidak perlu pelatih asing, PSMS butuh sosok pelatih lokal yang mampu membangkitkan kembali fanatisme dan ciri khas permainan orang-orang Medan," katanya.

        Untuk itu, pihaknya akan berpikir ulang untuk menerima Roberto Bianchi untuk menangani PSMS meski pelatih asing tersebut merupakan tawaran dari pihak konsorsium.

        Menurut dia,  banyak pertimbangan mengapa pihaknya berpikir ulang untuk menerima Bianchi, salah satunya karena Bianchi sendiri diduga akan membawa lima pemain baru untuk masuk skuad PSMS Medan.

        Dengan dibawanya lima pemain baru tersebut, menurut dia, akan merusak tatanan tim yang sudah dibentuk tim pemandu bakat PSMS Suharto dan Roekinoy.

        "Susah kalau pelatih asing ke Medan, saya yakin publik tidak akan suka karena mereka butuh pelatih lokal yang punya fanatisme tinggi. Lagi pula kalau PSMS mengizinkan pelatih asing, dia akan membawa lima pemain ke PSMS, yang akan merusak apa yang sudah dibentuk selama ini," katanya.

        Sampai saat ini skuad PSMS Medan masih ditangani dua calon asisten pelatih, yakni Suharto dan Roekinoy. Suharto masih memegang lisensi B kepelatihan, merupakan mantan pelatih PSMS Medan musim kompetisi 2010-2011. Sementara Roekinoy sendiri masih berlisensi C.

Persib Bandung Incar Bek Asal Australia

          Tim "Maung Bandung" Persib mengincar seorang bek asal Australia, Goran Subara untuk memperkuat barisan pertahanan timnya menghadapi Liga Prima Indonesia 2011/2012.

        "Pelatih meminta pemain belakang, Goran Subara salah satu yang direkomendasikannya. Kita masih ada satu slot pemain asing lagi," kata Manajer Persib Bandung, H Umuh Muhtar di Bandung, Selasa.

         Goran Subara merupakan bek yang sempat bergabung dengan PSM Makasar dan saat ini bermain untuk salah satu klub di Singapura.

         Persib membutuhkan seorang pemain bek murni untuk melapis Maman Abdurahman dan Abanda Herman yang saat ini menjadi jangkar pertahanan tim Bandung itu.

         "Goran direkomendasikan oleh pelatih Drago Mamic, dan kami akan memenuhi kebutuhan pemain yang diminta pelatih," kata Umuh.

         Meski demikian, manajer Persib Bandung itu menyebutkan pihaknya akan melakukan seleksi sesuai dengan prosedur untuk memastikan kualitas pemain yang dibidiknya itu.

         Pihaknya juga berharap bisa segera mendapatkan pemain belakang yang diharapkan pelatih, sehingga persiapan tim bisa lebih maksimal selama istirahat kompetisi ini.

         Goran Subara merupakan nama terakhir yang dihubung-hubungkan dengan tim Persib Bandung yang gagal mendatangkan sejumlah pemain belakang Asia, termasuk dari Thailand.

         "Kebutuhan tim saat ini bek murni, sedangkan untuk tengah dan depan sudah cukup," kata Umuh Muhtar.

         Sementara itu  terkait perpecahan sejumlah klub dengan PSSI, menurut Umuh, Persib memilih netral dan berharap segera terselesaikan dan segera mendapat kata sepakat.

         "Mudah-mudahan cepat selesai, ada waktu cukup selama istirahat kompetisi ini," kata Manajer Persib Bandung itu menambahkan.

Pra PON Bengkulu Ajukan Banding Ke PSSI

         Manajemen tim Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Bengkulu mengajukan banding ke PSSI terkait lanjutan babak kualifikasi PON Wilayah Sumatra.

        "Banding telah kita ajukan terkait ketidakkonsistenan PSSI dalam mematuhi panduan pra PON, dimana dalam buku panduan tersebut dikatakan harus dilakukan pertandingan silang untuk menentukan tim yang lolos PON XVIII di Riau 2012," kata Pelatih tim Pra PON Bengkulu Muhammad Nasir, Selasa.

        Sedangkan, lanjut dia, hasil rapat PSSI beberapa waktu lalu memutuskan juara grup untuk kualifikasi PON Sumatra otomatis lolos ke PON, tidak perlu melakukan pertandingan silang.

        Tim yang akan melakukan pertandingan silang untuk memperebutkan satu tiket adalah runner-up Grup A Wilayah Sumatra dan Grup B Wilayah Sumatra, yakni Sumatra Utara dan Bengkulu.

        Selain Jambi, tim dari Sumatra yang dipastikan lolos ialah Sumatra Barat dan tuan rumah Riau. 
   Tim Jambi berhasil menjuarai Grup B Wilayah I (Sumatra) yang juga diisi Lampung, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Bengkulu. Sedangkan, Sumatra Barat menjadi juara grup A yang juga dihuni  Sumut, Aceh dan Kepri.

        Ia menambahkan hingga kini, banding tersebut belum ditanggapi oleh PSSI padahal play off antara tim pra PON Bengkulu melawan Sumut akan dibentang pada 27 Oktober.

        "Jika kita tidak hadir karena protes bentuk dari ketidakkonsistenan PSSI maka kita akan dianggap WO, jadi mau tidak mau sambil menunggu hasil banding kita siap berlaga melawan Sumut,"tambahnya.

        Keberangkatan tim Pra PON Bengkulu ke Jakarta direncanakan pada 20 Oktober bersama 18 pemain dua pelatih dan satu perlengkapan.

        Direncanakan selama di Jakarta tim Pra PON Bengkulu akan menggelar laga uji coba dengan Persikabo, Persipasi, dan Persita sebelum bertemu dengan tim pra PON Sumut.

        Ia menilai terjadinya perubahan sistem bertarung dari pertandingan silang ke sistem juara grup langsung lolos ke PON menurutnya ditengarai adanya unsur nepotisme antara pengurus PSSI dan beberapa oknum.

        Selain itu dalam hal pendanaan Bengkulu masih dapat bertanding dari dana sisa sebesar Rp70 juta dari hasil kerja manajemen dan penghematan anggaran.

        Ia berharap agar masyarakat Bengkulu mendoakan Bengkulu berhasil melawan Sumut karena pertarungan tanggal 27 Oktober nanti adalah pertarungan hidup mati.

Arema Datangkan Pelatih Fisik Asal Serbia Dusan Momcilovic

          Tim sepak bola Arema Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan atau "training center" (TC) di Kota Batu, Jawa Timur, mendatangkan pelatih fisik yang berasal dari Serbia, Dusan Momcilovic, Selasa.

         Humas Arema Indonesia, Noor Ramadhan mengatakan, kedatangan pelatih fisik itu merupakan rekomendasi dari Pelatih Kepala Arema asal Bosnia, Milomir Seslija.

         "Sore ini, pelatih fisik baru kita datangkan dalam pemusatan latihan tim yang dilakukan di Lapangan Agrowisata, Kota Batu. Diharapkan, dengan adanya pelatih fisik, bisa memperkuat daya tahan fisik para pemain," ujarnya.

         Noor menjelaskan, kebutuhan pelatih fisik bagi tim Arema sangat mendesak, sebab sesuai rekomendasi Milomir, fisik pemain Arema perlu dibentuk layaknya atlet profesional, sehingga adanya pelatih fisik bertujuan supaya pemain tidak mudah mengalami cedera.

         "Fisik yang kurang bugar dan berotot menjadi penyebab utama pemain bola sering mengalami cedera, sehingga dibutuhkanlah pelatih fisik atau fitnes bagi tim Arema," paparnya.

         Dengan hadirnya program fisik dari pelatih baru, akan melengkapi sejumlah program tim Arema dalam TC di Kota Batu, seperti program pengetatan jenis makanan yang dikonsumsi pemain.

         Sementara itu, rencananya tim yang berjuluk "Singo Edan" itu juga melakukan uji coba melawan Tim Putra Jaya, Rabu (19/10) di Lapangan Agrowisata sebagai bagian dari program TC yang sudah berjalan hampir sepekan.

         "Laga uji coba ini masih tertutup untuk umum, dan hanya rekan-rekan media yang bisa melihat langsung, tujuannya untuk melihat hasil TC yang sudah berjalan hampir sepekan di Kota Batu," katanya.

         Sebelumnya, pemusatan latihan digelar bertujuan untuk mengkonsentrasikan pola komunikasi pemain sebelum turun dalam kompetisi mendatang.

         Dengan adanya pemusatan latihan, diharapkan bisa membentuk tim yang kuat dan solid menghadapi kompetisi, sehingga persiapan yang mepet bisa dimaksimalkan dengan baik.

Arema Versi Rendra Kresna Tetap Siapkan Tim

          Arema Indonesia versi Rendra Kresna yang didukung oleh Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan, tetap menyiapkan tim untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011-2012.

         "Media Officer Arema Indonesia versi Rendra Kresna, Sudarmaji, Selasa mengaku, manajemen tetap akan menyiapkan tim untuk mengarungi kompetisi ISL yang digulirkan awal Desember mendatang.

         "Sudah ada beberapa pemain dan latihan juga terus berjalan di bawah kendali asisten pelatih Joko Susilo. Kalau nanti ternyata komposisi tim masih belum lengkap, kita ambilkan dari Arema U-21," katanya.

         Mantan wartawan itu mengemukakan, ada beberapa tim besar yang sudah bergabung dan akan menggelar ISL (kelompok 14) sesuai statuta yang telah dihasilkan dalam kongres PSSI di Bali beberapa waktu lalu.

         Arema Indonesia di bawah kendali Rendra Kresna dengan Direktur Utama Iwan Budianto itu, katanya, akan bergabung dengan kelompok 14 yang mendukung untuk memboikot kompetisi PSSI karena keputusan PSSI telah menyalahi statuta.

         PSSI yang menggelar kompetisi dengan diikuti oleh 24 klub, tegasnya, bertentangan dengan kongres PSSI di Bali, padahal dalam kongres itu disepakati akan menciptakan kompetisi yang bersih dan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

         Klub-klub yang diklaim telah bergabung dengan kelompok 14 itu di antaranya adalah Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persisam Samarinda, dan Arema Indonesia versi Rendra Kresna.

         Sementara kompetisi yang digelar PSSI, Indonesia Primier League (IPL) telah mempertandingkan satu laga pembuka yang mempertemukan Persib Bandung dan Semen Padang. Hanya saja setelah "kick off" laga perdana, kompetisi kembali jeda cukup panjang.

         Dari Malang ada dua klub yang mengikuti kompetisi IPL yang digelar PSSI, yakni Arema Indonesia versi M Nur dan Persema yang sebelumnya berkiprah di ajang Liga Primer Indonesia (LPI).

Persibo Cari Lawan Uji Coba

            Tim Persibo Bojonegoro mencari lawan uji coba untuk memantau perkembangan kemampuan para pemain termasuk tim, sebagai persiapan kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI).

           "Kami masih mencari lawan uji coba, untuk melihat kemampuan para pemain dan perkembangan tim, " kata Asisten Pelatih Persibo, Wnderley Junior di Bojonegoro, Selasa.

            Ia menjelaskan, pertandingan uji coba yang pernah dijalani Persibo, masih minim, sejak Persibo ditangani Paulo Camargo. Dalam turnamen segi tiga di Madiun, beberapa waktu lalu Persibo hanya bermain dua kali dan setelah itu sekali uji coba melawan tim lokal Bojonegoro.

           Menurut dia, uji coba melawan tim lain, sangat dibutuhkan untuk memantau kemampuan para pemain yang mengikuti seleksi. Selain itu, juga untuk melihat kemajuan tim selama berlatih.

         Sementara itu, Pelatih Persibo, Paulo Camargo menyatakan, sudah merekomendasi dua pemain asing asal Brasil, Jairon Felicano yang berposisi penyerang dan Lexe Anderson yang berposisi stoper.

         Keduanya, dinilai layak bergabung dengan Persibo, dengan memperhitungkan kondisi para pemain yang ada.

         "Semuanya terserah manajemen, yang jelas dari segi komunikasi keduanya tidak ada masalah," kata Paulo yang juga asal Brasil itu. 
    Mengenai dua pemain kembar asal Australia, Paulo menilai kemampuannya cukup bagus dan berpotensi berkembang. Hanya saja, Adam Harrys dan Kim Harrys tersebut, usianya masih tergolong muda berkisar 20 tahun, sehingga masih minim pengalaman.

         "Kalau harapan saya, pemain asing itu harus berpengalaman," jelasnya.

         Sesuai rencana, lanjutnya, dalam membentuk tim, akan merekrut 25 pemain dan sementara ini, sudah ada 14 pemain  yang direkomendasikan kepada manajemen.

         Berdasarkan jadwal,  Persibo akan menjalani empat laga kandang mengawali kompetisi LPI ini. Pada 27 November 2011, Persibo melawan PSMS Medan, menghadapi SFC pada 3 Desember nanti, melawan Persija pada 7 Desember dan menghadapi Mitra Kukar pada 11 Desember 2011.

Timnas Berencana Memindahkan Pusat Pelatihan Ke Stadion Manahan Solo

          Tim Sepak Bola Nasional Indonesia berencana memindahkan pemusatan latihan dari Jakarta ke Stadion Manahan Solo, pada awal November 2011.

         "Pemindahan pusat latihan bagi Bambang Pamungkas dan kawan kawan tersebut karena Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan Jakarta, akan digunakan pesta SEA Games XXVI, pada 11-22 November," kata Manajer Timnas Indonesia, Ferry Kodrat, di Solo, Selasa.

         Menurut dia, Stadion Gelora Bung Karno Senayan yang digunakan pemusatan latihan Timnas selama ini, akan digunakan kegiatan SEA Games sehingga pihaknya harus mencari alternatif lain.

         Namun, kata dia, pemusatan latihan yang paling tepat untuk Timnas adalah dialihkan ke Solo.

         Menurut dia, pemusatan latihan di Stadion Manahan itu atas permintaan pelatih kepala Timnas Wim Rijsbergen.

         Kota Solo sangat representatif dan memiliki stadion yang bagus. Apalagi dukungan masyarakat pencinta sepak bola di kota itu sangat fanatik.

         Kendati demikian, kata dia, rencana pengalihan pemusatan latihan bagi Timnas ke Solo tersebut belum final atau masih bisa berubah.

         Pihaknya masih menunggu jadwal kosong di Stadion Manahan yang memiliki kapasitas sekitar 25 ribu penonton itu.

         Menurut dia, Stadion Manahan Solo memiliki intensitas penggunaan cukup padat, antara lain untuk persiapan pelatnas ASEAN Para Games IV, dan akan digunakan pemusatan latihan Tim Sriwijaya FC untuk prakompetisi Liga Prima Indonesia.

         Ia menjelaskan, pihaknya akan mengirim utusan ke Solo, Rabu (19/10), untuk mengetahui jadwal penggunaan stadion.

         Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan agar Timnas melakukan pemusatan latihan di Solo sesuai jadwal dan berjalan lancar.

         Menurut dia, Christian Gonzales dan kawan kawan menurut rencana  tiba di Solo, Senin (31/10), sedangkan timnas mulai latihan di Manahan, Selasa (1/11) hingga Senin (7/11). 
    Timnas dalam pemusatan latihan di Solo, kata dia, memperbaiki tim kemungkinan akan dilakukan seleksi pemain sesuai kebutuhan dari hasil evaluasi tiga pertandingan babak penyisihan Pra-Piala Dunia sebelumnya.

Persisam Putra Samarinda Abaikan Surat PT Liga Prima Indonesia

          Manajemen Persisam Putra Samarinda mengabaikan surat PT Liga Prima Indonesia (LPI) Sportindo terkait permintaan konfirmasi ulang keikutsertaan klub mengikuti kompetisi Indonesia Priemer League (IPL) musim 2011-2012.

         "Buat apa di tanggapi, selama mereka tidak mengakomodir tuntutan kita untuk menegakan kembali statuta dan mengakui hasil konggres yang telah dilaksanakan," kata Presiden Direktur Persisam Putra, Harbiansyah Hanafiah di Samarinda, Selasa.

        Bahkan Harbiansyah menilai, surat yang dikeluarkan oleh PT LPI Sportindo itu salah alamat, karena sesuai dengan isi surat itu, harusnya ditujukan kepada klub yang mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) musim lalu, bukan klub Indonesia Super Liga (ISL) yang merupakan anggota resmi PSSI.

         Pasalnya kata Harbiansyah, Persisam bersama dengan 13 klub sudah sepakat menolak PT LPI Sportindo sebagai penyelenggara kompetisi musim ini, dan tetap menghendaki PT Liga Indonesia sebagai penyelengara yang sah sesuai dengan hasil konggres PSSI di Bali dan tertuang dalam statuta PSSI.

        "Kami 14 klub masih solid untuk menolak PT LPI, adapun mereka mengatasnamakan PSSI sebagai perlindungan kompetisi yang mereka gelar, kamipun juga bisa," tegas Harbiansyah.

        Persisam, kata Harbiansyah tidak takut menerima resiko apapun dari surat yang menyebutkan "dead line" balasan pada tanggal 26 Oktober 2011 ini,  karena  surat PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang bernomor No: 0008/LP-1/X/2011 tentang Konfirmasi (Ulang) keikutsertaan  klub dalam Kompetisi IPL 2011-2011 penuh dengan kejanggalan dan cacat hukum.

        Dipaparkan Harbiansyah, selain tidak ada stempel resmi dari organisasi pengirim surat, surat yang diterima pada tanggal 18 Oktober 2011 oleh sekretariat Persisam itu juga tidak dibubuhi tanda tangan orang yang berkompetensi untuk mengeluarkan surat tersebut.

        "Suratnya kosong begitu saja, tak ada stempel juga tanda tangan Widjajanto selaku Chief Executive Officer di PT Liga Prima Indonesia Sportindo, apakah surat begini dianggap sah," papar Harbiansyah.

        Harbiansyah semakin heran dengan keputusan PSSI menunjuk PT LPI Sportindo sebagai penyelenggara kompetisi, karena dinilai sangat jauh dari ukuran profesional.

        "Buktinya mengeluarkan surat resmi saja sudah salah kaprah, apalagi melaksanakan kompetisi, apakah tidak tambah amburadul," tegas Harbiansyah mengakhiri.

Agum Berharap Reformasi PSSI Berjalan Maksimal

          Mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar berharap proses reformasi di tubuh PSSI pasca Kongres Solo, dapat berjalan maksimal.

         "Setelah kongres di Solo dengan memilih Djohar Arifin sebagai Ketua Umum PSSI, saya berharap situasi di tubuh PSSI bisa lebih kondusif," kata Agum usai meresmikan gedung posyandu bantuan dari Pepabri, Perip di Desa Gondosuli, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Selasa.

         Ia mengatakan, pengurus sekarang harus bisa menerima hasil kongres. Jangan sampai mengecewakan kepercayaan dan kehormatan yang telah diberikan masyarakat.

         Menurut dia, agar reformasi di tubuh PSSI berjalan maksimal, perlu meninggalkan nilai-nilai lama yang tidak sesuai lagi untuk dijalankan.

         "Hal yang tidak baik dilakukan pengurus lama harus ditinggalkan, seperti pengaturan skor pertandingan dan segala macam yang tidak benar tidak boleh lagi terjadi," kata Agum yang pernah ditunjuk sebagai Ketua Komite Normalisasi PSSI.

         Ia menuturkan, pengurus saat ini harus meneruskan hal-hal yang baik pada masa lalu, karena yang terjadi pada kepengurusan lalu tidak semua jelek.

         "Ada beberapa hal yang masih relevan untuk dijalankan seperti kompetisi yang bisa berjalan tepat waktu dan animo penonton yang cukup besar ketika digelar pertandingan. Hal ini wajib diteruskan oleh pengurus sekarang," katanya.

         Menurut dia, pengurus harus bisa menemukan nilai baru dengan semangat rekonsiliasi.

         "Tidak boleh ada pengkotak-kotakkan, dari kelompok A atau B, semua harus bisa bersama-sama membangun spirit rekonsiliasi untuk memajukan persepakbolaan di Tanah Air," katanya.

         Menurut dia, jika hal tersebut ternyata tidak dilakukan oleh pengurus PSSI sekarang, maka proses reformasi belum berjalan maksimal

Johan Ibo Tetap Bela PSIS Semarang

         Mantan pemain belakang Persebaya Surabaya, Johan Ibo, masih tetap membela PSIS Semarang pada kompetisi sepak bola level dua 2011/2012, meskipun yang bersangkutan cukup lama absen dalam latihan tim.

        Manajer Tim PSIS Maryanto kepada wartawan di Semarang, Selasa, mengatakan, dirinya sudah menghubungi Johan Ibo dan yang bersangkutan menyatakan kesiapannya untuk membela tim ini.

        Menurut dia, saat ini Johan Ibo masih berada di Surabaya karena ada keperluan keluarga dan dalam waktu dekat yang bersangkutan akan ke Semarang, apalagi manajemen tim sudah menyiapkan draf kontrak untuk pemain ini.

        Johan Ibo memang sempat menjalani latihan bersama rekannya di bawah asuhan pelatih Edy Paryono tetapi kemudian minta izin pulang karena istrinya mengalami kecelakaan.

        Akibatnya, saat penandatanganan kontrak dengan manajemen pada 5 Oktober 2011, Johan Ibo tidak terlihat.

        Tetapi Johan ibo minta agar uang muka kontrak diberikan 25 persen mengingat manajemen hanya memberikan 10 persen dari total nilai kontrak yang telah disepakati karena belum ada kejelasan dari PSSI soal jadwal kompetisi level dua.

         Manajemen sendiri menegaskan bahwa Ibo sudah setuju dengan draf kontrak yang disodorkan yaitu uang muka 10 persen sama seperti yang diberikan pemain lain.

         Tetapi berdasarkan informasi, Johan Ibo mengikuti seleksi di tim Persela Lamongan tetapi manajemen tetap menyatakan bahwa pemain ini tetap bermain untuk PSIS Semarang.

        "Saya sudah menghubungi dia dan yang bersangkutan sudah mengatakan pada saya kalau di Persela hanya ikut latihan. Dia masih tetap berkomitmen untuk membela PSIS," katanya.

        Pemain belakang PSIS Semarang sudah ditinggalkan beberapa pemainnya yang mengundurkan diri seperti Evaldo Silva, kemudian Slamet Riyadi yang akhirnya membela Semen Padang, dan Heri Susilo memilih ke Persiba Balikpapan.

        Selain Johan Ibo, pemain lini belakang PSIS sekarang ini adalah Ari Noviga, Parjono, Romy Agustian, Muhammad Taufan, dan Simon Kojiro.

Pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan Memaafkan Irfan Bachdim

         Pelatih tim nasional U-23 Rahmad Darmawan memaafkan Irfan Bachdim yang sebelumnya mangkir pada pemusatan pelatihan timnas yang diproyeksikan untuk bermain pada SEA Games 2011, 11-22 November nanti.

        "Sebagai pribadi saya terima permintaan maaf Irfan Bachdim, tetapi sebagai pelatih saya punya tanggung jawab besar kepada tim," katanya Rahmad Darmawan usai memimpin latihan timnas di Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa.

        Kasus Irfan Bachdim, kata dia, saat ini bukan lagi tanggung jawabnya dan sudah masuk dalam kewenangan federasi, dalam hal ini komite disiplin (komdis) PSSI di bawah pimpinan Bernhard Limbong.

        Menurutnya, penyerahan wewenang dalam penyelesaian kasus pemain keturunan Indonesia-Belanda itu terjadi usai partai uji coba timnas U-23 melawan Persiba Bantul di Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (16/10).

        "Semua keputusan atas masalah Irfan Bachdim kami serahkan ke federasi. Saat ini bukan kewenangan saya untuk memberikan penjelasan," tambahnya.

        Rahmad mengakui Irfan Bachdim adalah pemain yang memiliki "skill" cukup bagus dan berpeluang menjadi pemain besar. Hanya saja, pada sebuah tim tidak hanya diperlukan "skill" saja tetapi juga kerjasama tim dan kekompakan.

        Untuk itu, kata dia, sebagai pelatih pihaknya hanya akan memberikan yang terbaik pada tim. Apalagi cabang sepak bola pada SEA Games 2011 di Tanah Air ditargetkan untuk meraih medali emas.

        Akibat kasus mangkir pada pemusatan latihan, pemain Persema itu harus berhadapan dengan komdis PSSI. Hari ini pemain blaster-an tersebut menjalani pemeriksaan pertama yang dilakukan oleh wakil ketua komdis Catur Agus Saptono.

        Namun hasil pemeriksaan itu belum final. Jika kasus ini masuk sidang komdis maka Irfan Bachdim akan mendapatkan sanksi tegas yaitu dilarang berkecimpung dalam sepak bola selama enam bulan dan denda sekurang-kurangnya Rp100 juta.

        Setelah menjalani pemeriksaan komdis, suami dari Jennifer Kurniawan itu menemui pelatih Rahmad Darmawan dan rekan-rekanya di pemusatan pelatihan timnas U-23 dan meminta maaf atas perbuatan yang dilakukannya tersebut

Persijap Jepara Mengontrak Pemain Selama 12 Bulan

         Manajemen Persijap Jepara akan mengontrak pemain bagi tenggang waktu satu musim kompetisi yang diperkirakan sekitar 12 bulan atau satu tahun.

        Wakil Sekretaris Tim Persijap Jepara Nurjamil ketika dihubungi wartawan dari Semarang, Selasa, mengatakan, pemain akan dikontrak selama satu musim kompetisi yang oleh manajemen tim dihitung 12 bulan.

        "Semua pemain kita kontrak selama satu musim kompetisi yang kami perkirakan kami 12 bulan," katanya.

        Ia mengatakan jika kompetisi berlangsung lebih dari satu tahun, nanti mekanismenya akan dibahas ulang, tetapi jika kurang dari 12 bukan maka manajemen tetap akan memberikan sisa gaji sesuai dengan kontrak yang disepakati.

        Ia menjelaskan, kontrak selama 12 bulan ini juga untuk mengantisipasi jika ada Piala Indonesia atau pertandingan laina. 
   "Makanya kami sengaja mengontrak pemain untuk satu tahun. Pemain harus yakin bahwa manajemen takkan pernah ingkar janji, semua kontrak sudah disepakati yang pada akhirnya akan dibayarkan," katanya.

        Ia mengatakan, dirinya berharap da pengertian dari pemain karena pihaknya tidak memberikan uang muka kontrak yang disebabkan kondisi persepakbolaan Indonesia yang belum jelas, seperti antara lain belum adanya verifikasi pemain baik lokal maupun asing dan regulasi yang juga belum jelas.

        Ia mengakui memang kondisi sekarang ini sulit ditebak tetapi manajemen tetap mengontrak pemain sebagai bukti bahwa manajemen Persijap tidak akan meninggalkan kewajibannya.

        Ketika ditanya mengenai asal uang untuk menggaji pemain pada pertama kali ini, mengingat gaji Oktober akan diberikan pada November 2011, dia mengatakan, dana tersebut berasal dari konsursium Liga Primer Indonesia.

        Setelah tidak ada dana APBD, Persijap melakukan "merger" dengan klub anggota LPI, Bogor Raya FC. Dengan merger ini Persijap mendapat dana dari konsorsium Rp15 miliar dan dari jumlah itu Rp9 miliar untuk belanja pemain

Tim Sepakbola Wanita Sleman,Yogyakarta Lawan Berat Tim Puteri Bantul

          Tim sepak bola wanita Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi lawan berat bagi tim Puteri Bantul, Kabupaten Bantul, dalam Pekan Olahraga Provinsi 2011.

         "Tim sepak bola wanita Kabupaten Sleman yang dimotori pemain Puteri Mataram itu, memiliki pemain yang sudah banyak pengalaman bertanding," kata Manajer Tim Puteri Bantul Anggar Kaswati, Selasa.

         Seusai menyaksikan pertandingan timnya melawan tim sepak bola wanita Kabupaten Kulon Progo dengan hasil 3-0 di lapangan Tridadi, Sleman, ia mengakui bahwa tim sepak bola wanita Sleman pemainnya rata-rata sudah senior, dan kaya pengalaman bertanding.

         "Namun demikian, kami tidak akan gentar, meskipun para pemain Puteri Bantul belum banyak pengalaman dan umumnya masih remaja," kata Anggar.

         Ia mengatakan tim sepak bola wanita Kabupaten Sleman merupakan satu-satunya tim tangguh jika dibandingkan dengan tim lainnya di provinsi ini yaitu Kabupaten Kulon Progo maupun Gunung Kidul.

         "Tim kedua daerah tersebut kekuatannya sudah kami ketahui, dan saya yakin timnya bisa mengatasi permainan mereka. Buktinya, kami bisa menang atas Kabupaten Kulon Progo dengan skor 3-0," katanya.

         Menurut dia, timnya menargetkan memperoleh medali perak dalam Pekan olahraga Provinsi (Porprov) 2011 yang digelar di Kabupaten Sleman pada Oktober 2011.

         "Perolehan medali perak dalam Porprov DIY 2011 merupakan amanat dari Pengcab PSSI Bantul, dan karena itu kami berupaya semaksimal mungkin target tersebut dapat dicapai. Kemenangan tim Puteri Bantul atas tim sepak bola wanita Kabupaten Kulon Progo menjadi penyemangat untuk memenuhi target meraih medali perak," katanya.

         Hanya saja, kata dia, pihaknya menyayangkan panitia yang tidak mengundang timnya dalam pertemuan teknik, sehingga pemberitahuan bertanding dengan tim Kabupaten Kulon Progo terkesan mendadak.

         "Jadi, saat menghadapi tim Kulon Progo dengan kondisi asal bertanding, namun demikian hasilnya kami menang," katanya.

Persisam Putra Samarinda Menambah Dua Pemain Baru

         Tim Persisam Putra Samarinda masih menambah dua pemain baru dalam skuad mereka, meskipun manajemen klub tersebut menolak ikut kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang sudah dimulai pada 15 Oktober 2011.

        Menurut Manajer Tim Persisam Putra Samarinda, Agus Coeng Setiawan, Selasa, dua pemain tersebut adalah Jerry Boima Karpeh, pemain asal Australia yang menempati posisi sebagai penyerang, dan Supriono, mantan bek kanan tim PSM Makassar yang berkiprah di Liga Primer Indonesia (LPI) musim lalu.

        "Keduanya sudah melalui tahapan tes selama tim kami melakoni TC di Jogja, dan berdasarkan penilaian pelatih keduanya punya skil yang istimewa dan layak untuk bergabung bersama Tim Persisam," jelas Agus Coeng yang dihubungi melalui telepon.

        Dengan bergabungnya dua pemain tersebut, saat ini skuad Persisam telah berjumlah 21 pemain, dan dirasakan telah cukup untuk mengarungi satu musim kompetisi, karena masih ada tambahan pemain U-21 yang berpeluang untuk masuk dalam tim.

        Beberapa pemain U-21 Persisam seperti Aldair Makatindu, Rahel, Sucipto dan Rahmadani sudah beberapa kali menjalani latihan persiapan bersama tim senior Persisam, bahkan pada kompetisi tahun lalu beberapa pemain tersebut juga sempat masuk dalam skuad inti pada beberapa pertandingan Indonesia Super Liga (ISL) musim lalu.

        "Sekarang kami belum tahu aturan mainnya untuk kompetisi mendatang, apakah tim U-21 sudah secara otomatis bisa bermain di senior, karena kami sendiri masih menunggu kepastian kompetisi," jelas Agus Coeng.

        Sementara itu manajemen klub Persisam, secara tegas menolak berkiprah mengikuti kompetisi Liga Primer(LPI) dan bersama 14 tim yang lain telah siap melaksanakan kompetisi sendiri yakni Liga Super Indonesia (LSI).

        "Kita tunggu saja tanggal mainnya, karena saat ini kami masih berkoordinasi dengan tim yang lain untuk merumuskan jadwal sekaligus legalitas kompetisi yang bakal digulirkan, Insya Allah ISL (Indonesia Super League) akan terlaksana pada Desember 2011 mendatang," terang Presiden Direktur Persisam, Harbiansyah Hanafiah, Selasa.

        Pelatih Persisam Putra, Daniel Roekito, mengaku timnya tidak terpengaruh dengan suasana konflik di "elite" PSSI, karena manajemen beberapa kali telah menyakinkan akan tanggung jawabnya terhadap skuad yang telah dibentuk.

        Justru Daniel lebih berkonsentrasi untuk menyiapkan tim sebaik mungkin, karena rival 14 klub yang melakoni kompetisi ISL mendatang merupakan tim besar dan telah menyiapkan skuadnya dengan beberapa pemain bintang baik lokal maupun asing yang sudah lama berkiprah di sepak bola nasional.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes